PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi Sensorik

adaptasi rasa

taste adaptation

Ringkasan Singkat

Adaptasi rasa adalah penurunan sensitivitas terhadap suatu stimulus rasa setelah terpapar secara terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Adaptasi rasa terjadi ketika reseptor pengecap menjadi kurang responsif terhadap tastan yang sama jika terpapar secara konstan. Fenomena ini menjelaskan mengapa gigitan pertama makanan sering terasa lebih intens dibandingkan gigitan terakhir. Adaptasi dapat bersifat total, di mana seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan zat tersebut sama sekali setelah beberapa menit paparan.

Dalam penelitian laboratorium, adaptasi rasa digunakan untuk menentukan apakah dua zat yang berbeda menggunakan populasi reseptor yang sama. Jika adaptasi terhadap zat A juga menurunkan sensitivitas terhadap zat B (adaptasi silang), maka dapat disimpulkan bahwa keduanya diproses melalui jalur yang serupa. Proses ini merupakan mekanisme efisiensi sistem sensorik untuk lebih memperhatikan perubahan stimulus daripada stimulus yang konstan.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • McBurney, D. H. (1966). Magnitude estimation of the taste of sodium chloride after adaptation to sodium chloride. Journal of Experimental Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback